Belajar Jadi Investor dari Seminar AMPUH - Profitamin

Pro in Profit, Fit for All

Belajar Jadi Investor dari Seminar AMPUH

Belajar Jadi Investor dari Seminar AMPUH

Share This
Sekitar satu minggu yang lalu tepatnya tanggal 5 November 2014 saya merasa terhormat memenuhi undangan gratis dalam mengikuti sebuah seminar yang diadakan oleh Pegadaian. Berbeda dengan tamu undangan lain yang kebanyakan diundang mungkin berdasarkan data yang dimiliki pegadaian, saya bersama seorang teman saya hadir disini karena mendapat kabar dari berita dikoran lokal. Kontan, saya yang sudah tertarik berinvestasi emas sejak dulu, sangat finansial saya belajar menjadi investor, mari disimak..



Saya ceritakan saja kronologinya ya.. waktu itu senin tanggal 3 November  saya membaca koran baik nasional maupun lokal. Dari sinilah saya tanpa sengaja membaca advertorial tentang Pegadaian yang akan mengadakan seminar gratis pada dua hari kedepan. Dalam hati, saya berpikir harus hadir nih.. selain karena menyalurkan hobi jaman kuliah mengikuti seminar (sampai puluhan sertifikat dirum, tuh) dan tergiur oleh gratisnya, saya sudah sangat tertarik untuk berinvestasi emas sejak tahun 2010 saat saya berkenalan dengan seorang engkong Tiong Hoa yang punya toko material di jalan Mataram Semarang. Alhamdulillah, tahun ini baru bisa kesampaian.

Pada hari H, saya menghadiri seminar gratis ini bersama seorang teman saya yang tertarik dengan dunia investasi. Sesampainya diBallroom hotel dimana acara berlangsung, ternyata acara belum dimulai karena menunggu semua peserta datang. Singkatnya seminar ini telat namun berlangsung apik dan menarik. Seminar AMPUH merupakan singkatan dari “Aman Pasti Untung Hari Tua” yang merepresentasikan dari manfaat investasi pada emas.


Bupati Kuningan mendapat souvenir berupa emas dari kepala cabang Pegadaian Bandung

Mengapa Investasi di Emas

Menurut pembicara nasional yang ahli dibidang per-emas-an, Rully Kustandar bahwa ada beberapa unggulan emas dibanding dengan komoditas investasi lainnya, yaitu:




1.    Zero Inflasi
Sudah tahu kan? Semakin lama rupiah melemah oleh bermacam faktor termasuk karena kenaikan harga BBM.Disaat itulah uang terkena inflasi dimana nilainya menurun dari tahun ke tahun. Itu sebabnya menyimpan uang dengan menabung tidak seefektif meinvestasikannya dengan emas. Ketahanannya terhadap inflasi terbukti dari uang dinar yang sejak zaman Rasulullah nilainya sama sampai sekarang yaitu satu keping dinar senilai dengan satu ekor kambing.

2.    Mudah/Praktis
Emas mudah diperoleh, dibawa, disimpan, dicairkan. Berbeda dengan benda berharga yang lainnya emas lebih memberikan keleluasaan dalam berinvestasi.

3.    Alat Ukur
Fungsinya menjadi standar terhadap kekuatan nilai suatu mata uang tertentu dan harta benda pada zamannya.

4.    Keindahan dan Kebanggaan
Nilai tinggi dari emas tidak lepas dari image yang dimilikinya dari dulu sampai sekarang yaitu nilai indah dan kebanggan yang dimunculkan olehnya.




Cara Terbaik Membeli Emas

1.    Tidak Rakus (Rasional)
Dalam berinvestasi emas sebaiknya tidak rakus atau memikirkan antara kemampuan berinvestasi dan kebutuhan hidup. Jangan sampai semua uang yang dimiliki untuk berinvestasi, namun tidak punya untuk menyambung hidup masa depan.

2.    Physics Gradual Buying
Pembelian fisik secara bertahap ini merupakan trik berinvestasi emas terbaik yaitu ketika ketika punya uang, kita membelinya. Istilah menabung sedikit demi sedikit biar menjadi bukit. Trik yang sama juga bisa diterapkan dengan menyicil emas batangan dengan sistem kredit kalau belum mampu membeli secara full harga. Seperti yang sedang saya lakukan sekarang, membeli emas batangan dengan cicilan 6 bulan, ya.. gantinya nabung. Rencananya entar itu buat berkebun emas, hehe..



Teknik Berkebun Emas

Meski tidak diajari dalam seminar AMPUH, tapi saya sertakan saja rumus berkebun emas yang membuat Rully Kustandar sangat kondang. Soalnya juga kalau untuk dapat ilmu ini selain beli bukunya juga dari seminarnya. Namun kemajuan teknologi membuat kamu semua tidak perlu melakukannya, karena ada internet.
Nah, beginilah lebih jelasnya, mari kita lihat contoh cara berkebun emas yang biasa dilakukan para pekebun emas:
Beli emas batangan 25 gram seharga Rp 10jt (per gram Rp 400rb) yang kemudian digadaikan, dapat Rp 8jt (asumsi nilai taksiran 80% dari nilai emas)
Beli emas 25 gram lagi dari uang Rp 8jt + Rp 2jt dari modal sendiri dan kemudian digadaikan lagi, dapat lagi Rp 8jt, gadaikan lagi untuk dibelikan emas. Ulangi beli gadai ini berulang-ulang.
Di sini kita asumsikan investor membeli sampai emas ke-5. Emas terakhir ini disimpan untuk modal menebus emas kembali nanti.
Dengan cara berkebun emas tersebut di atas, investor bisa memiliki emas sebanyak 125gram (5x25gram) senilai Rp 50jt hanya dengan modal Rp 18jt (Rp 10jt modal awal + Rp 2jt untuk emas-emas berikutnya), tentunya belum termasuk biaya gadai maupun biaya lainnya.
Pada saat harga emas menanjak, emas-emas yang telah digadaikan ditebus kembali satu persatu dengan modal emas yang ada di tangan. Jadi, jual emas ke-5 untuk menebus emas ke-4 yang kemudian dijual lagi untuk menebus emas ke-3. Ulangi sampai semua emas ditebus, lalu jual semuanya. Keuntungan investor berupa selisih dari (hasil penjualan - nilai tebus gadai) dan (modal awal + biaya gadai). Sebagai contoh, asumsi harga emas naik 30% menjadi 13jt dan biaya gadai Rp 4jt. Maka keuntungan yang diperoleh: (Rp 65jt - 32jt) - (Rp18jt + Rp 4jt) = Rp 11jt.
Bandingkan keuntungan dari cara berkebun emas seperti ini dengan keuntungan yang diperoleh jika menggunakan cara investasi emas konvensional. Modal Rp 22jt digunakan untuk membeli emas batangan 55 gram (per gram Rp 400rb). Emas kemudian dijual pada saat harga emas naik 30% (Rp 520rb), uang yang diperoleh sebesar Rp 28.600.000,-. Keuntungan yang didapat hanya sebesar Rp 28,6jt - Rp 22jt = Rp 6,6jt.
Semua harga maupun hitungan di sini hanya merupakan asumsi, harga dan kondisi sebenarnya di lapangan tentunya tidak akan sama.
Teknik berkebun emas jangka pendek hanya cocok diterapkan pada saat harga emas sedang mengalami penurunan dan kenaikan tajam. Cara berkebun emas seperti ini memungkinkan investor untuk menggadaikan emas dalam waktu sesingkat mungkin (bisa dalam hitungan hari, minggu ataupun bulan) sehingga bisa menekan biaya gadai dan mendapatkan keuntungan maksimal. Caranya, dengan membeli emas saat harga emas sedang turun yang kemudian digadaikan dan dijual secepatnya pada saat harga emas melonjak.

Untuk investasi jangka panjang, emas biasanya digadaikan dalam waktu cukup lama (bisa satu, dua atau tiga tahun) sampai harga emas mengalami kenaikan yang signifikan minimal 30% untuk kemudian ditebus dan dijual kembali. Tentunya investor harus siap untuk membayar biaya gadai yang harus dikeluarkan selama emas digadaikan.

Teknik diatas adalah rumus lama sebelum BI membuat aturan baru tentang sistem gadai emas di Bank. Untuk kamu yang ingin berkebun emas dengan cara serupa sebaiknya cari info dulu bagaimana aturan main dalam melakukan gadai emas baik di Bank syariah maupun di Pegadaian. Ok?


Souvenir dari seminar AMPUH

No comments:

Post a Comment

Pages