Tahu Lebih Dalam Tentang Social Entrepreneurship dari CEO BUKALAPAK - Profitamin

Pro in Profit, Fit for All

Tahu Lebih Dalam Tentang Social Entrepreneurship dari CEO BUKALAPAK

Tahu Lebih Dalam Tentang Social Entrepreneurship dari CEO BUKALAPAK

Share This

Tepatnya baru kemarin 2 Maret 2018 acara yang bertajuk “Empowering Community Through E-Commerce Innovation” diselenggarakan oleh Departemen Politik Pemerintahan (DPP). Walau menurut pembicara utamanya yaitu Achmad Zaky CEO BUKALAPAK perlu mengait-ngaitkan antara entrepreneurship dan politik, tapi dapet juga. Terutama kalo menurut saya adalah pada pengertian entrepreneurship itu sendiri. Bahwasanya entrepreneurship tidak melulu Cuma dimiliki pengusaha wiraswasta, atau pebisnis. Tapi pada intinya, entrepreneurship adalah jiwa akan meraih mimpi dan konsisten untuk berusaha mencapainya. Dalam hal entrepreneurship bisa ada dalam diri setiap manusia. Termasuk orang-orang yang ada dalam pemerintahan dan politik.




            Mas Zaky memulai dengan memberikan motivasi kepada peserta dan pengetahuan sejarah. Presentasinya dimulai dengan meyakinkan peserta bahwa kalian itu orang beruntung dan spesial karena merupakan penduduk satu persen (1%) yang dapat mengenyam pendidikan tinggi dari seluruh penduduk Indonesia. Pemahaman ini dapatkan dari diskusinya dengan para aktivis ITB saat masih kuliah, lalu apa urgensi menjadi 1%? Artinya tidak cukup hanya untuk masa depan hidup enak. Tapi memiliki tanggung jawab untuk membantu 99% lainnya.

Sejarah entrepreneurship

            Dimulai dengan slide bergambar manusia prasejarah yang nomaden, mas Zaky bercerita bahwa entrepreneurship dimulai dari ide seseorang yang lelah berpindah tempat untuk menetap. Nah, orang yang memiliki ide untuk bercocok tanam inilah menurut dia adalah entrepreneur pertama didunia. Karena berinisiatif dan berinovasi untuk mewujudkan sesuatu yang awalnya adalah mustahil. Dari cerita ini, berlanjut pada penemu diantaranya Thomas Alfa Edison dengan bola lampunya, Guttenburg dengan mesin cetaknya yang menghasilkan buku hingga ilmu penggetahuan bukan hal yang eksklusif , dan Cornelis De Houtman yang karena pelayarannya ke Indonesia yang dapat menciptakan VOC organisasi dagang terbesar di dunia yang pernah ada, bahkan lebih besar dari grup modern manapun termasuk Apple, google, youtube, dll.

Ahmad Zaky, CEO BUKALAPAK

            Nah, dari itu baru dia cerita pengalaman 8 tahun lalu saat dia masih jadi “gembel” namun tiba-tiba didatangi oleh 2 orang investor dari Jepang yang menawarkan uang investasi dengan nilai fantastis. Sebelum memiliki pelapak sampai 2,5 juta seperti sekarang ini.   Dengan penuh curiga karena sempat mengira  para investor ini adalah pencuri organ tubuh yang dijual di pasar gelap internasional,  dia bertanya kenapa memilih mereka? Bagaimana kalau tidak bisa mengembalikan modal sebesar itu? Investor itu malah bilang gapapa. Itu resiko dia. Wah.. menurut mas Zaky ini adalah investasi paling syariah yang mengalahkan bank Syariah manapun. Lebih lanjut, Investor ini malah amaze dengan dia dan temannya itu. Bagaimana mungkin bisa menjalankan bisnis ini tanpa duit? Kalau di Jepang butuh duit dan dikerjakan banyak orang. Dan lebih lanjut investor menjelaskan bahwa investasi di bisnis start up itu semacam gambling artinya dalam investasi mereka sudah siap untung besar atau rugi besar.

            Seperti istilah investasi pada umumnya “High risk, High return”. Berprinsip hukum pareto 80:20 , dari 10 investasi kemungkinan yang bisa membuahkan hasil adalah 20%nya saja. Dan dari investor Jepang ini, mas Zaky diajak kerjasama dan dibawa ke Jepang untuk diperlihatkan bisnis serupa yang sudah berkembang pesat disana. Dari sana beliau akhirnya paham tentang ilmu investment bahwa perbedaan utama bisnis start up dan konvensional adalah pada Growth. Jika yang konvensional adalah paling  banter pertumbuhannya belasan persen, tapi klo start up bisa mencapai ratusan persen. Contohnya investor beliau, saat ini sudah bisa mereguk keuntungan 200% dari modal awal. Luar biasa bukan?

Entrepreneurship dalam Era Disruptive

            Pada dasarnya, uang itu banyak. Investor sudah menanti bisnis start up yang siap untuk ditanami investasi. Kembali lagi pada manusianya seberapa ingin kalian berinovasi. Berkembang dari pertanyaan salah satu peserta bahwa era disruptive adalah dengan munculnya inovasi akan membunuh bisnis lain, disitulah tantangan yang harus dihadapi. Karena dunia itu berubah dan berkembang kita harus mampu beradaptasi. Karena kalau berpikir seperti itu (menumbangkan usaha kuno) kita kan jalan ditempat dan hidup ini akan boring, jare. Begitupun dengan pemerintah yang masih dianggap sebagai kendala regulasi dalam menentukan iklim usaha terutama kementerian UMKM dan lembaga perbankan harus juga proaktif terhadap masyarakat kita yang sebenarnya memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha. Itu sebabnya diperlukan data riil agar bisa berkembang. Begitupun pada Ditjen Pajak, jika memiliki data yang valid akan memudahkan negara mendapat pajak dari para praktisi UMKM ini. Namun, menurutnya harus stabil dulu usaha mereka sebelum memiliki NPWP.

            Sedang dari sisi ekspansi pasar, menurutnya jangan buru-buru bertarung di kancah internasional. Perbaiki dan kembangkan dulu pasar potensial yang di Indonesia baru ekspor keluar negeri. Itu pentingnya ya.. mengedukasi masyarakat untuk cinta produk dalam negeri. Dari BUKALAPAK ini sudah memunculkan banyak pelapak yang sukses dalam mewujudkan mimpinya seperti mas yang dibawah ini, duh lupa namanya.. sudah memiliki UKM pembuatan tas sendiri selain juga jual produk Cina yang sudah dirintisnya dari jaman kuliah. Dimana dari bisnis ini dia bisa membiayai kuliah dan nikahnya.



Pesan yang ingin disampaikan oleh Mas Zaky pada mahasiswa jangan ukur kesuksesan dari materi tapi kontribusi apa yang diberikan pada masyarakat luas. Karena seperti dirinya dan orang sukses lainnya, jika berpikir untuk kebaikan umat dan masyarakat, maka materi akan mengikuti. Saat ini BUKALAPAK telah memiliki 1500 karyawan diantaranya adalah  200 engineering lulusan dari kampus terbaik yang bekerja di research center untuk lebih mengembangkan UMKM seluruh Indonesia melaLui BUKALAPAK.
           




           


No comments:

Post a Comment

Pages